Tuesday, December 28, 2010

Anyer.. and alongside of Sunda Strait...

Liburan natal harusnya sih bisa liat dan main salju... *o* 
tapi berhubung saya ini hidup di tempat tropis ke pantai aja udah oke kok, hehe...

Yup, natal taun ini saya dan teman2 pergi liburan ke Anyer. Seperti biasa, mendadak, minim planning, buta arah dan medan, tapi justru disitulah serunya :p 
Untungnya rute Bandung ke Anyer gampang disusuri jadi kami sampai di tempat tujuan dengan selamat,, =)

Sampai di daerah pesisir ini, penginapan juga mudah dicari, dari mulai yang murah meriah sampai yang lux berderet di sepanjang jalan. Pilihan kami jatuh di pemondokan berbentuk cottage yang apik dan bersih, berpemandangan pantai dan mempunyai objek wisata bersejarah yang menurut penduduk sekitar disebut sebagai Landmarknya daerah ini,, Mercusuar!! 

pondokan dengan beach view


lighthouse

Mercusuar ini terletak di km 0 nya jalur Anyer-Panarukan yang terkenal itu,, terdiri dari 11 lantai dengan 11 anak tangga di setiap lantainya,, Hmmm lumayan loh untuk buat saya berkeringat..

sayang kurang terawat

liat kebawah
 
liat ke utara

liat ke selatan

Mercusuar ini juga adalah mercusuar pengganti mercusuar sebelumnya yang hancur diterjang gelombang tsunami pada saat erupsi gunung krakatau tahun 1883, kebayang kan gimana besar tsunaminya! Penjaga mercu bilang belum ke Banten namanya kalo belum naik ke Mercu ini, haha segitunya..



memantau anak krakatau

lighthouse eye

Sorenya setelah capek-capekan naik turun mecusuar kami menikmati sunset di pantai belakang pondok. Seneng banget deh kalo saya bisa punya halaman berview pantai kayak gini..



Selama di anyer kami dibuat cukup cemas dengan suara letupan2 disertai gempa2 kecil dari anak gunung krakatau. Karena penasaran kami sempat nawar boat untuk wisata anak krakatau loh, tapi urung karena harganya yang kemahalan, hehe... maklum backpacker, padahal saya pengen banget.. alhasil kami harus senang dengan hanya main si banana boat.


cau boat di carita,, hehe

sunset at sembolo

Ada banyak pantai di sepanjang selat sunda, saya dan teman2 semula pingin ke pantai tanjung lesung tapi ternyata itu jauuuuhh banget dari penginapan, huhu.. netx time saya pasti bisa kesana!!

 


keeping sunset and put in my pocket

Monday, November 15, 2010

it all happened on november

Ini adalah sesuatu yang tampaknya seperti jalan lurus beraspal dalam perjalanan yang entah sampai dimana. Ini adalah hasil dari sebuah keputusan yang aku pilih satu bulan yang lalu setelah menampik semua keragu-raguan.

Anehnya, entah kenapa aku hanya bisa diam, bingung untuk memakai ekspresi yang mana. 
Mungkin senang... ^_^

Tapi Tuhan bukan aku mendustakan karuniaMu, hanya saja ini begitu mengejutkan, terlalu bagus, dan teramat indah untuk terjadi di bulan ini... 

Aku yakin Penciptaku pasti tau bagaimana tepatnya perasaan ini, 
semoga aku mampu untuk memegang semua konsekuensinya
Terima kasih Tuhan... untuk semuanya...  

Tuesday, August 17, 2010

Pangandaran



Dalam rangka pelarian dari masalah yang beberapa bulan ini mengganggu hidup, akhirnya saya memutuskan untuk pergi jalan-jalan, hahahaha :D

Saya pergi bersama empat orang teman yang ingin ikut ''melarikan diri" juga,, empat orang teman saya ini adalah dua pasangan "suami-istri"! Dengan kata lain hanya saya yang gak punya pasangan! *fyi: baru putus nih :"). Alhasil saya harus rela jadi obat nyamuk saja, hiks.

Kami berangkat dari bandung jam 10 malam, dua jam pertama sih kita masih nyanyi2 menemani ipank sang supir untuk tetap terjaga oleh suara kita yang memang bikin 'terjaga' (baca: gelombang suara mematikan!), sambil mengunyah semua yang bisa dikunyah (maklum satu pasangan yang duduk dibelakang makannya buanyak banget!). Setelah sampai Nagreg saya yang tadinya menawarkan diri dan sok jago mau nyetir sampe tempat tujuan akhirnya jiper juga setelah liat medan jalan yang berkelok-kelok, :p ditambah kondisi mata yang susaaaaaaahh banget dibuka pada jam-jam rawan itu, akhirnya saya memutuskan untuk tidur saja.. hehehe maaf ya pank :) dan kami semua pun akhirnya ketiduran termasuk sang supir.. hehe, gak deng, sang supir harus tetap konsentrasi dalam misi membawa 5 nyawa sampai ke tempat tujuan (belakangan dia ngaku kalo sempet merem dan hampir masuk jurang *parah*).


waktu belum pada molor,,

Singkat cerita jam 5 pagi lebih kami sampai di Pangandaran, sesuai rencana tempat tujuan pertama adalah Batu Karas yang kata mas2 yang ketemu dijalan jaraknya cuma 15 menit dari Pangandaran (padahal lebih tuh!). Jam 6 kami sampai di Batu Karas, sunrise udah hampir lewat karena mataharinya udah agak diatas tapi tetap indah walaupun sedikit tertutup awan mendung, maklum tahun ini kayanya gak ada musim panasnya!


sampai di Batu Karas =)

Menurut saya pantai ini nyaman karena lumayan sepi dan bersih! mungkin karena kalah terkenal oleh Pangandaran jadi orang-orang lebih jarang ke pantai ini. Kios-kios dagangan pun gak sebanyak di Pangandaran. Sebelum main air kita harus makan pagi dulu dong! kami sewa tiker untuk lesehan dan makan logistik yang dibawa dari Bandung, lumayan buat hemat2 duit,, :p

suasana makan pagi

Selesai makan pagi kami main sampai puas, disini bisa sewa papan selancar yang harganya Rp. 5.000,- , bisa main banana boat juga yang setelah ditawar harganya sampai Rp. 40.000,-/org.

setelah maen air

Puas main-main di Batu Karas kami pun melanjutkan perjalanan ke Pangandaran. Sesampainya di Pangandaran kami langsung mencari penginapan karena takutnya penginapan sudah penuh dipesan berhubung waktu itu akhir pekan. Kami menyewa rumah dengan tiga kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tengah besar dan dapur plus semua peralatanya hanya dengan harga Rp. 300.000,- saja! sangat lumayan. Selanjutnya kami langsung "tewas'' setelah ketemu bantal, ~_~ sampai-sampai lupa kalau saya dapat tugas memasak air untuk bikin mie rebus, gosong deh tuh air sampe kita bangun jam 2 sore. untung gak meledak magicomnya :p

Sorenya kami habiskan dengan berjalan-jalan sepanjang pantai Pangandaran dengan menyewa sepeda seharga Rp. 5.000,- untuk sepeda single dan Rp. 10.000,- untuk sepeda double. Tadinya sih ega ngajakin saya untuk menyewa sepeda triple, tapi langsung saya jawab, "Ogah!! gw gak mau kaya kereta api!"

single velocipede



mereka yang double

Minggu paginya kami beli oleh-oleh khas Pangandaran, Ikan Asin Jambal Roti! yang ternyata harganya lebih mahal dari harga daging sapi! kok bisa ya?


Siangnya kami menjelajah Pasir Putih Pangandaran, banyak yang menawarkan jasa sebrang ke Pasir Putih dari Pangandaran, per orangnya dikenai biaya Rp. 10.000,-. Sampai disana kita bisa jalan-jalan di cagar alamnya atau snorkling di pantainya. Biaya untuk sewa alat snorkling Rp. 15.000,-. Tapi hati-hati saat asik snorkling kadang -kadang tiba-tiba ada perahu lewat diatas kepala. Bahaya X(




pasir putih

Sekitar jam 2 sore kami pulang ke Bandung, dalam perjalanan kami singgah di objek wisata Goa Ciung Wanara dan pusat kerajinan Tasik dan setelahnya juga terjebak macet di Nagreg. Tiba di Bandung pukul 1 dini hari, langsung tidur dan paginya harus kembali ke rutinitas semula... Selesai dengan selamat deh wisata Pangandaran kali ini, setelah dikalkulasikan biaya yang keluar ternyata cukup murah loh! ^_^ senangnya....



Kerajinan Tasik

macet di Nagreg

Monday, July 12, 2010

So long dear..

"If love is the Bible then we are lost in sin because its not in our hearts." - Separated by Usher -

That song resounds in my head over and over again. One things i know for sure sooner or later we'll face the truth that we can't be together... and i don't want one of us will get hurt someday. I can't take it any longer... though i'm dying to wish this is just a nightmare, but i can do nothing. I give it up..

Thank you so much for all the good things you have given me honey... I hope we'll meet again someday in a better day. 
You know you're precious to me.


XOXO, your friend.     



Sunday, July 11, 2010

View from the top

"Don't fly too high, or you'll fall!"



Dihari ketiga yang penuh dengan air mata, tumpukan pertanyaan, perasaan bersalah, dan segudang alasan lainnya yang membuat saya lebih senang mengurung diri di kamar saja, teman2 datang menyelamatkan saya. 

Sejenak pikiran teralihkan oleh tour Bandung dadakan seharian itu bersama mereka, sampai naik ke menara kembar mesjid agung di penghunjung harinya. Untuk naik ke menara ini kita cukup bayar ongkos lift-nya Rp.2.000,- saja (penting). Dan tadaaaaaaa, terlihatlah view from the top nya kota Bandung, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, barat laut, utara, sampai timur laut keliatan semua.  

Well... saya pernah terbang tinggi, tinggiiii sekali dan amat sangat bahagia karena pemandangannya. Dan hari ini saya benar-benar jatuh. Jatuh seperti Icarus yang terbang terlalu dekat dengan matahari hingga sayapnya terbakar.

Namun setidaknya saya mendarat di tempat yang lembut dan mudah-mudahan membuat saya kapok dan lebih bijaksana. Apapun yang terjadi nanti semoga itu yang terbaik, dan sampai saat itu tiba sedih sedikit boleh kan? 

Saturday, July 10, 2010

Empat tahun lagi...


Saya dan sepupu saya Tita sudah bertemenan dari kecil, mungkin karena itu kita nyambung satu sama lain, walaupun kadang sering juga kita berselisih pendapat karena satu dan lain hal, tapi sejauh ini kita belum pernah kok berantem sampe tonjok-tonjokan :D,,

Saat sedang senggang biasanya sih kami ngobrol ngalor ngidul, kiri kanan, maju mundur kalo perlu sih sampe jungkir balik dah! tentang hal-hal yang gak penting. Yak benar! gak penting buat orang kebanyakan, tapi menurut kami itu menyenangkan karena bisa bikin kita ngakak guling-guling di tengah kerasnya dunia.. *halaaah!!*

Hal gak penting yang selalu kami obrolin setiap datangnya Piala Dunia saya beri judul Empat tahun lagi..
Setiap ajang empat tahunan itu berakhir kami selalu mereka-reka dan berkhayal apa kira-kira yang terjadi empat tahun lagi saat Piala Dunia mendatang... seperti apa wajah kita nanti... (yang pasti saya masih tetep cakep dong...), sudah menjadi apa kita nanti... (si tita udah jadi juragan minyak di arab, mungkin..), sudah kuruskah kita... (pastinya! *ngarep*), apa pekerjaan kita nanti... (saya kolektor emas dan berlian, amin...), dimana kita nanti (saya mungkin udah punya rumah di paris), siapa cowo kita nanti (edward cullen.. *loh!!*) dan banyak nanti-nanti lainnya lagi yang pasti bakal makin aneh-aneh, apalagi kalo ditambah apa yang bakal terjadi tahun 2012? gyahhahaha... :D 

Tapi anehnya di akhir Piala Dunia 2010 ini saat kami berkhayal tentang empat tahun lagi ada banyak hal yang bikin saya sedikit merinding, mungkin karena kenyataan bahwa kita udah sama-sama dewasa dan banyak hal yang harus dijalani dengan lebih serius, hiks..

Tapi biar deh segala sesuatu mengalir sebagaimana adanya, sampai ketemu di Piala Dunia Empat Tahun Lagi..... semangat!!!!! :)



Monday, May 3, 2010

Taman Hutan Raya Ir.H. Juanda Dago Pakar Bandung

Weekend minggu ini, dalam misi mendapatkan badan ideal dan menjaga kesehatan badan, saya dan teman-teman pergi ke Dago Pakar dalam rangka berolahraga :D. 

Dengan hanya berbekal satu botol air mineral, kami memulai perjalanan dari Pintu I yang ada di Dago pukul setengah sembilan pagi. Rencananya sih mau jalan dari Pintu I itu ke air terjun Maribaya yang jaraknya 6 km, sok jago banget, padahal baru sampe Goa Belanda aja udah ngos2an :p. Selanjutnya entah berapa jam, kami menyusuri  jalur trekking di tepian bukit yang rasanya gak habis-habis *asli jauh* . Naik, turun, kiri kanan hutan, dan sepi banget! padahal hari itu hari minggu, jadi sangat tidak dianjurkan deh trekking disini di hari biasa. Paling kami papasan sama orang 15 menit sekali, itu pun lebih banyak orang2 yang naik ojek untuk sampe ke Maribaya *curaaaaangg!!*. Saya sih takutnya kalo kami ketemu perampok, mau tereak juga kayanya gak akan ada yang denger disini, hiiiiii... Tapi untungnya gak.. =) walaupun sempet juga tereak2 dan ngibrit setelah ada ular yang motong jalan didepan kami, gyaaaaaaaa!!!!


gegayaan di jembatan lapuk Curug Ciomas
Akhirnya setelah perjuangan berat, keringet dimana-mana, air minum habis, muka kucel dan perut lapar, kami sampai di Curug Ciomas. Curug artinya air terjun, Ci adalah air, sedangkan Omas yang kita tau adalah artis tv, jadi Curug Ciomas berarti air terjun air omas, kenapa namanya "Ciomas"? apakah ada kaitannya dengan artis lawak yang terkenal dengan giginya itu, saya pun tidak tau, =). Sejenak kami istirahat, melemaskan kaki, dan poto2. Dalam hati saya berharap: semoga berat badan saya sudah turun 5 kilo setelah perjalanan jauh ini, hehehe *senyum-senyum-sendiri*


Dari Curug Ciomas kami pulang. Yap! pulang, karena temen2 saya udah gak sanggup lagi kalo harus lanjutin perjalanan ke Maribaya, padahal saya sih sebenernya belum capek :p. Dalam perjalanan pulang kami bertemu dengan banyak monyet liar yang mulai turun gunung nyari makanan sisa dari para pengunjung. Menyusuri lagi jalan yang sudah kami lewati tadi dan akhirnya sampai di Dago lagi...